Archives 2019

Dwayne Johnson

Beberapa Film Terbaik yang Dibintangi Dwayne Johnson

Sejak debutnya di film The Mummy Returns (2001), Dwayne Johnson biasa muncul dalam setidaknya satu film dalam setiap tahun. Maka tak heran apabila aktor produktif kelahiran Miami tersebut digadang-gadang sebagai aktor Hollywood dengan bayaran tertinggi. Kendati begitu, film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson kerap menduduki rating yang bagus dari masa ke masa. Berikut ulasannya.

Jumanji: Welcome to the Jungle (2017)

Film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson yang pertama ialah Jumanji: Welcome to the Jungle. Jumanji sendiri merupakan film komedi petualangan Amerika Serikat yang ceritanya diangkat berdasarkan buku Jumanji karya Chris van Allsburg. Dengan pendapatan kotor sekitar $962, Jumanji berhasil mendapat rating 76% dari 192 ulasan.

Film ini merupakan kolaborasi kedua Dwayne Johnson bersama Kevin Hart. Ceritanya bermula ketika empat remaja menemukan konsol tua bernama Jumanji, kemudian mereka ditarik memasuki pelataran hutan belantara di dalam permainan tersebut.

Skyscraper (2018)

Film disukai sebanyak 90% pengguna Google ini termasuk deretan selanjutnya dari film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson. Pasalnya, film garapan legendaris ini memberikan suguhan aksi yang betul-betul melawan logika.

Skyscraper sendiri berkisah tentang seorang kepala keluarga bernama Will Ford Sawyer (Dwayne Johnson) yang bekerja dibidang analis keamanan setelah diharuskan pensiun dari FBI karena kakinya diamputasi akibat ledakan bom. Ia diperintahkan untuk mempelajari risiko bangunan fiksional tertinggi di dunia bernama The Pearl. Tetapi rupanya, ia dikambinghitamkan atas peristiwa kebakaran yang terjadi di gedung tersebut. Setelahnya, ia berjuang untuk menyelamatkan keluarga serta membersihkan namanya dalam satu waktu sekaligus.

The Scorpion King (2002)

Selanjutnya, film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson ialah The Scorpion King. Meski bukan debut pertamanya, namun film ini membuat nama Dwayne Johnson dikenal masyarakat luas.

The Scorpion King menceritakan tentang kehidupan Mesir 5000 tahun yang lalu. Disutradarai oleh Chuck Russell, Mathayus (Dwayne Johnson) berperan sebagai pembunuh bayaran untuk mengacaukan rencana licik Raja Memmon (Steven Brand). Film yang sudah berkali-kali ditayangkan di layar kaca ini memang pantas dikategorikan film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson.

San Andreas (2015)

San Andreas merupakan film yang mengisahkan mengenai bencana di Amerika Serikat, tepatnya berpusat pada gempa bumi yang disebabkan patahan San Andreas hingga menghancurkan San Francisco Bay Area. Lewat film ini, penonton disajikan adegan-adegan menegangkan Ray (Dwayne Johnson) yang berusaha menyelamatkan istri dan anak perempuannya. Film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson ini pun turut dimeriahkan oleh Carla Gugino dan Alexandra Daddario dengan meraup pendapatan kotor sebesar $474 juta.

Moana (2016)

Kendati Dwayne Johnson bukan sebagai pemeran utama, namun tidak berarti Moana bukan film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson. Film petualangan fantasi musikal 3D garapan Walt Disney Animation Studios ini sukses merebut perhatian para penggemar. Terbukti dari pendapatan lebih dari US $56 juta pada minggu awal penayangannya.

Peran Dwayne sebagai pengisi suara Maui, penonton dapat mengambil pelajaran berharga lewat sosok tersebut. Adegan dimana Maui mengambil jantung The Fiti yang membuat The Fiti menjadi murka lalu kemudian Maui meminta maaf atas kesalahannya, mengajarkan kita untuk selalu meminta maaf⸺tak peduli besar atau kecil kesalahan yang kita perbuat. Adegan dimana The Fiti memaafkan kesalahan Maui pun meninggalkan pesan istimewa, kita mesti berusaha memaafkan kesalahan seseorang dengan lapang dada.

Fast and Furious (2017)

Film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson berikutnya ialah film Fast and Furious. The Fate of the Furious adalah film aksi Amerika yang merupakan installment ke-8 serial film The Fast and the Furious. Berperan sebagai Luke Hobbs, Dwayne Johnson juga muncul di beberapa installment lain, seperti Fast & Furious: Hobbs & Shaw (2019), Fast & Furious 8 (2017), Furious 7 (2015), Fast & Furious 6 (2013), Fast Five (2011), dan Fast & Furious: Supercharged (2015). Bahkan, pria yang juga menggemparkan dunia olahraga ini dikabarkan akan membintangi Fast & Furious 10 yang akan rilis tahun 2021 mendatang.

Meskipun masih dibumbui dengan balapan, namun film yang juga dikenal dengan F8 ini masih mampu menarik perhatian publik ketika Tim Dom berhadapan dengan musuh yang tidak pernah mereka kira, yakni Dom sendiri. Pengkhianatan juga permasalahan-permasalahan yang muncul, memaksa seorang Hobbs masuk ke dalam jeruji besi. Selain itu, kemunculan tokoh baru turut mewarnai serial The Fast and the Furious ini.

Itulah film terbaik singapore prize yang dibintangi Dwayne Johnson yang dapat menjadi referensi bagi Anda penggemar The Rock. Apa film terbaik yang dibintangi Dwayne Johnson versimu sendiri? Tulis judulnya di kolom komentar, ya!


Vin Diesel Artis dan Sutradara yang Sukses Di Hollywood

Mark Sinclair ( Vin Diesel ) Artis dan Sutradara yang Sukses Di Hollywood

Mark Sinclair sangat terkenal dengan nama panggungnya ‘Vin Diesel’. Pria yang memiliki tinggi badan 1,82 meter ini merupakan aktor dan produser Amerika yang terkenal karena film aksinya, terutama dalam seri Fast and Furious. Mark Sinclair alias Vin Diesel memiliki ciri khas kepala botak, tubuh berotot dan suara berat seraknya yang pasti diingat para penggemarnya sekaligus seluruh penggemar film Hollywood.

Masa Muda Mark Sinclair

Terlahir dengan nama asli Mark Sinclair, lahir tanggal 18 Juli tahun 1967, di Alameda, California, Amerika Serikat. Di masa kecilnya Mark dibesarkan di Kota New York oleh ibunya yang bernama Delora Sherleen. Ibunya merupakan seorang astrologer/psychologist. Mark tinggal juga bersama saudara kembar fraternalnya (non identik) dan ayah tirinya yang bernama bernama Irving H. Vincent. Mark Sinclair alias Vin Diesel pernah mengaku bahwa ia tidak pernah mengetahui siapa ayah kandungnya.

Mark memiliki ayah tiri yang merupakan keturunan Amerika-Afrika. Sedangkan ibunya berkulit putih keturunan campuran Inggris, Jerman, Skotlandia, dan Irlandia. Ayah tirinya bekerja sebagai seorang instruktur pelaksana sekaligus manajer teater di sebuah proyek artists housing Greenwich Village, New York City. Ayah tirinya melihat bakat Mark lalu memberikan pengalaman pada Mark untuk beberapa peran panggung teater pertama di masa kecilnya.

Saat masih remaja, Mark sudah memiliki tubuh yang terasah sehingga ia bekerja untuk mendapatkan uang tambahan sebagai penjaga pkv games sekaligus tukang pukul di klub ternama di New York. Sejak itu, Mark Sinclair mulai dikenal dengan nama bekennya yaitu Vin Diesel. Setelah lulus SMA, Mark pernah berkuliah di Hunter College lalu mengambil jurusan bahasa Inggris. Namun setelah 3 tahun, Mark Sinclair alias Vin Diesel lebih memilih tidak melanjutkan kuliahnya karena ingin fokus mengejar karir aktingnya di Los Angeles, California.

Perjalanan Karier Mark Sinclair

Menjadi aktor yang mulai memiliki pengalaman di Hollywood, tak membuat kesan apapun bagi karir Mark Sinclair alias Vin Diesel. Salah satu karya di awal karirnya adalah perannya yang tidak terakreditasi dalam Awakenings tahun 1990. Mark kemudian memutuskan untuk kembali ke Kota New York pada tahun 1995. Ibunya memberinya buku tulisan Rick Schmidt yang berjudul “Film Indie dengan Harga Mobil Bekas”. Buku itu menunjukkan kepada Mark bahwa ia bisa mengendalikan kariernya dan membuat filmnya sendiri.

Buku pemberian ibunya telah menginspirasi Mark untuk membuat sebuah film pendek semiotobiografi singkat berjudul Multi-Facial. Film pendek karya Mark berdasarkan pengalaman dirinya sebagai aktor dan intinya menceritakan tentang perjuangan seorang aktor biracial agar mendapatkan peran. Film Multi-Facial karya Mark menghabiskan biaya sekitar $ 3.000 dan berhasil masuk Festival Film Cannes tahun 1995. Namun film pendek tersebut mendapatkan sambutan buruk.

Setelah itu, Mark Sinclair alias Vin Diesel kembali ke Kota Los Angeles lalu bekerja sebagai seorang telemarketer demi mengumpulkan uang hampir $ 50.000 untuk membuat film fitur pertamanya berjudul Strays di tahun 1997. Setelah 6 bulan pengambilan gambar, filmnya kali ini diterima dalam Festival Film Sundance tahun 1997. Meski diterima baik, film berjudul Strays itu tidak laku seperti yang diharapkan Mark.

Mark Sinclair alias Vin Diesel mendapat kesempatan besar bagi karir aktingnya di Hollywood, ketika mendapatkan tawaran dari sutradara Steven Spielberg yang telah melihat film pendek Multi-Facial karya Mark. Steven Spielberg memilih Mark untuk berakting di film Saving Private Ryan, berperan sebagai prajurit bernama Adrian Caparzo dalam pasukan yang dipimpin oleh Kapten John H. Miller (diperankan oleh Tom Hanks).

Sejak dirilis, film Saving Private Ryan dianggap sebagai salah satu film terbesar karya Steven Spielberg dan terpuji sebagai film berpengaruh dalam genre film perang. Saving Private Ryan sukses besar, begitu pula para aktor yang terlibat, termasuk Vin Diesel. Sejak itu Vin Diesel dilirik oleh para sutradara untuk membintangi beberapa film Hollywood sukses dipasaran film internasional.

Sejak berperan sebagai Richard Bruno Riddick di film bergenre fiksi ilmiah berjudul Pitch Black tahun 2000. Mark Sinclair alias Vin Diesel berhasil menggaet hati banyak penggemar setia di seluruh dunia dan memperoleh pengakuan publik.

Karya Pencapaian Mark Sinclair

Beberapa diantara film Hollywood yang dibintangi oleh Vin Diesel adalah film fiksi ilmiah Pitch Black tahun 2000, The Fast and the Furious tahun 2001, xXx tahun 2002, A Man Apart tahun 2003, The Chronicles of Riddick tahun 2004, The Pacifier tahun 2005, Find Me Guilty tahun 2006, Riddick tahun 2013, xXx: Return of Xander Cage tahun 2017 dan sederet film lainnya.

Di Fast & Furious tahun 2009, Fast Five tahun 2011, Fast & Furious 6 tahun 2013, Furious 7 tahun 2015, dan The Fate of the Furious tahun 2017, Mark Sinclair alias Vin Diesel tak hanya berakting tetapi sekaligus menjadi sutradara.

Sedangkan dalam film animasi, peran Vin Diesel di belakang kamera sebagai pengisi suara salah satu karakter dalam beberapa film diantaranya The Iron Giant tahun 1999, Its Sequel tahun 2017, Avengers: Infinity War tahun 2018 dan pengisi suara Groot dalam film Guardians of the Galaxy tahun 2014.


Iko Uwais

Iko Uwais Aktor Laga Indonesia Kini Go International

Nama Iko Uwais mungkin sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia hingga dunia. Ya, laki-laki bernama asli Uwais Qorny ini lahir di Jakarta pada tanggal 12 Februari pada tahun 1983 lalu. Di Indonesia, Iko Uwais dikenal sebagai atlet pencak silat sebelum merambah dunia akting. Namanya melejit sejak menjadi aktor di film Merantau hingga membintangi film Mile 22 dan Stuber yang baru saja tayang. Iko Uwais go international ternyata tidak semudah yang dibayangkan lho!

Ada perjalanan panjang yang harus dilewati sang aktor laga hingga namanya dielukkan di kancah internasional. Anda penasaran? Yuk, simak info seputar perjalanan karir Iko Uwais go international berikut ini!

Masa kecil Iko Uwais

Iko Uwais kecil dibesarkan di lingkup Betawi sehingga ia akrab dengan pencak silat sejak dini. Ia mulai belajar diri di perguruan silat sang paman sejak usia 10 tahun. Sang aktor tampan ini telah menujukkan prestasi sejak kecil dengan meraih peringkat ketiga pada turnamen silat DKI Jakarta tahun 2003. Bahkan tahun 2005, Iko berhasil menjadi pesilat terbaik pada demonstrasi Kejuaraan Silat Nasional. Silat yang ia cintai telah membawa Iko ke berbagai negara seperti Inggris, Laos, Rusia, Kamboja dan Perancis.

Tak hanya menjadi seorang pesilat saja, Iko juga aktif bermain sepak bola. Jauh sebelum langkah Iko Uwais go international, ia telah menjadi pemain sepak bola di salah satu klub Liga B Indonesia sebelum akhirnya berhenti. Hal ini dikarenakan klub sepak bola yang menaungi Iko mengalami kebangkrutan. Demi menyambung kehidupan, Iko juga pernah menjadi seorang sopir truk di perusahaan telekomunikasi. Perjalanan hidup Iko Uwais sontak berubah saat ia bertemu Gareth Evans, sang sutradara film Merantau pada tahun 2007.

Awal karir menjadi aktor laga Indonesia hingga go international

Langkah Iko Uwais go international tidak lepas dari peran Gareth Evans. Sang sutradara asal Wales berkunjung ke tempat latihan pencak silat data hk Iko dan melihat potensi yang dimiliki aktor laga kondang ini. Gareth Evans yang terpesona dengan kharisma Iko pun mengajaknya bekerja sama. Akhirnya Iko Uwais menjadi pemeran utama dalam film Merantau sebagai sosok Yudi, seorang pemuda asal Minangkabau yang mencari pekerjaan ke Jakarta.

Film yang menampilkan aksi laga dan silat yang luar biasa ini mendapatkan banyak ulasan positif sejak rilis pada awal Agustus 2009. Film Merantau berhasil ditampilkan di Puchon International Film Festival di Puchon, Korsel dan Fantastic Fest di Austin, Texas. Kesempatan Iko Uwais go international semakin besar saat film Merantau memenangkan penghargaan Film Terbaik di Action Fest tahun 2010.

Karir awal Iko di film Merantau mendapatkan pujian sehingga ia mendapatkan peran sebagai sosok polisi yang ahli bela diri di film The Raid. Namanya semakin melambung berkat bakat akting dan kemahiran bela diri bersama aktor bela diri terkenal Indonesia lain, Yayan Ruhian. Setelah sukses memikat para penonton layar lebar dengan film The Raid pada tahun 2012, Iko Uwais kembali memainkan peran sebagai Rama di film The Raid II pada tahun 2014.

Banyak ulasan yang datang pada sosok Iko Uwais setelah The Raid sukses merebut hati pecinta film laga. Sang bintang semakin populer hingga ia mendapatkan banyak tawaran bermain film internasional. Iko Uwais go international lewat film Man of Tai Chi meski hanya mendapatkan peran cameo saja. Setelah sukses mendapatkan peran cameo Man of Tai Chi pada tahun 2013, ia sempat muncul di film Star Wars: The Force Awaken pada tahun 2015.

Sudah banyak film internasional yang dibintangi aktor laga yang menikahi Audy Item pada tahun 2012 ini. Ia memainkan peran di film Headshot (2016), Beyond Skyline (2017), The Night Come for Us (2018), Triple Threat (2018), Mile 22 (2018) dan Stuber yang tayang 2019 ini. Tak menutup kemungkinan Iko Uwais go international semakin sukses berkat kemampuan akting dan bela diri yang mumpuni.

Beragam penghargaan telah diterima Iko Uwais mulai masuk nominasi di Indonesian Movie Awards 2010 dan 2013, nominasi Actor of the Year dan Most Wanted Male Indonesian Yahoo! Celebrity Awards 2014. Ia berhasil memenangkan Republika Awards tahun 2014 kategori Tokoh Perubahan Republika Terbaik, Infotainment Awards kategori Indonesian Celebrity of World Achievement dan JawaPos Group Awards kategori Aktor terbaik pada tahun 2016 lalu.

Kini ayah dari dua orang putri bernama Atreya dan Aneska telah menjadi sosok aktor laga yang hebat. Namanya tidak hanya dikenal di Indonesia saja, tetapi Iko Uwais go international yang membanggakan. Tidak menutup kemungkinan kalau ia akan menjadi seorang aktor Hollywood yang fenomenal. Jika Asia memiliki aktor laga ternama seperti Jacky Chan, Jet Lee, Andy Lau, dan Chow Yun Fat, Indonesia patut berbangga dengan Iko Uwais.


Donnie Yen

Perjalanan Karier Donnie Yen Si Ahli Wing Chun Asal Hongkong

Bagi Anda yang pernah menyaksikan film XXX : Return of Xander Cage, pasti juga pernah melihat aksi dari salah satu bintang film Hongkong yaitu, Donnie Yen. Ia juga dikenal sebagai seorang pemain film yang menguasai sena bela diri atau martial arts. Lalu, seperti apa sih perjalanan karir dan biografi aktor Donnie Yen ini? Simak ulasan berikut.

Kehidupan Donnie Yen

Aktor Donnie Yen memiliki nama asli Yen Ji Dan. Ia merupakan salah seorang aktor asal Negara Hongkong yang tengah naik daun di industri film Holywood berkat penampialannya yang cemerlang dibeberapa film barat. Aktor ini lahir pada 27 Juli 1963. Saat ini Donnie Yen berusia 56 tahun.

Ibu dari Donnie Yen bernama Bow Sim Mark, yang juga merupakan salah satu ahli bela diri wanita. Sementara itu, sang ayah bernama Klyster Yen yang memiliki profesi sebagai seorang editor surat kabar. Donnie Yen sendiri sebenarnya dilahirkan di Taishan, Guangdong, China. Akan tetapi pada umur ke 2, keluarganya pindah ke togel hongkong.

Aktor Donnie Yen juga memiliki seorang adik perempuan yang bernama Chris Yen. Adiknya juga merupakan seorang aktris yang juga menggeluti seni bela diri. Pengaruh seni bela diri yang sangat kuat pada diri Donnie Yen dan adiknya ini berasald dari pengaruh ibunya sendiri yang memang mengajarkan Donnie Yen serta adiknya dalam bidang bela diri. Jadi dapat dikatakan seni bela diri memang mengalir di dalam diri Donnie Yen.

Selain sebagai seorang aktor, Donnie Yen juga dikenall sebagai seorang ahli bela diri martial arts khususnya Wing Chun, kemudian koreografer bela diri, sutradara film, dan juga salah satu ahli wushu yang pernah memenangkan turnamen wushu. Dalam perjalanan karirnya, Donnie Yen juga pernah bermain dengan aktor Asia ternama lainnya seperti Jackie Chan, Jet Lee, dan juga aktris Asia Michele Yeoh.

Selain itu, diluar profesinya sebagai seorang pemain film, aktor Donnie Yen juga dikenal sebagai salah seorang tokoh yang telah berhasil mempopulerkan seni martial arts atau bela diri Wing Chun. Hal ini ia lakukan melalui filmnya yang bertajuk IP Man yang rilis pada tahun 2008 dan berhasil memasuki Box Office.

Perjalanan Karier Aktor Donnie Yen

Perjalanan karir dari seorang aktor Donnie Yen sendiri dimulai pada sekitar tahun 1980-an. Dimana pada saat itu Donnie Yen hanya berperan sebagai seorang pemain pengganti atau stuntman dalam beberapa film laga seperti Shaolin Drunkard pada tahun 1983 dan juga Taoism Drunkard pada tahun 1984.

Kemudian pada tahun 1984, yang pada saat itu Donnie Yen berusia sekitar 20 tahun, ia mendapatkan peran pertamanya di dalam film Drunken Tai Chi. Perannya ini kemudian berlanjut hingga tahun 1988 dimana aktor Donnie Yen mendapatkan peran lagi dalam silm Tiger Cage yang rilis pada tahun 1988 tersebut.

Karir perfilman dari seorang Donnie Yen mulai merangkak naik ketika ia berhasil menjadi lawan main dari Jet Lee yang memang saat itu telah terkenal lebih dahulu dalam film Once Upon a Time in China II pada tahun 1992. Difilm tersebut, aktor Donnie Yen berperan sebagai seorang Jenderal Nap Lan yang dalam cerita tersebut harus bertarung dengan tokoh Wong Fei Hung yang diperankan oleh Jet Lee.

Dari menjadi lawan main Jet Lee itulah Donnie Yen mulai mendapatkan peran utamanya yang dimulai pada tahun 1993 melalui film laga Iron Monkey. Kemudian pada tahun 2002, Donnie Yen kembali dipertemukan dengan Jet Lee dan berperan dalam film Hero. Film yang diperankan oleh keduanya ini berhasil menembus nominasi Oscar dalam kategori film Bahasa Asing terbaik di tahun 2003.

Selain mendapatkan kesempatan bekerja dengan Jet Lee, aktor Donnie Yen juga mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama aktor laga terkenal yaitu Jackie Chan pada tahun 2003 melalui film yang berjudul Shanghai Knights. Di film ini ia berperan sebagai sosok yang antagonis.

Pada tahun 2007, aktor Donnie Yen bekerja sama dengan sutradara Wilson Yip untuk membintangi film yang berjudul Flash Point. Selain berperan sebagai pemeran utama, di film itu, Donnie Yen juga bertindak sebagai produser. Melalui film ini ia juga berhasil memenangkan Best Action Choreography pada perhelatan Hong Kong Film Awards.

Puncak dari karir Donnie Yen sendiri berada di tahun 2008 dimana saat itu film IP Man yang ia bintangi yang kembali berkerja sama dengan sutradara Wilson Yip menjadi salah satu film Box Office China terbesar sampai saat ini. Film inilah juga yang mengantarkan aktor Donnie Yen sebagai salah satu aktor jajaran atas film laga China hingga saat ini.


Joe Taslim

Joe Taslim Bintang Indonesia Yang Terjun Ke Hollywood

Sebelumnya aktor tampan ini dikenal sebagai atlet judo. Joe Taslim masuk dalam TimNas (Tim Nasional) Judo Indonesia dari tahun 1997 hingga 2009. Banyak penghargaan Judo yang telah ia peroleh, salah satunya adalah medali perak dalam multievent SEA Games tahun 2007. Sejak kecil, pria dengan tinggi badan 178 cm ini sudah tertarik mempelajari bermacam bela diri diantaranya taekwondo, wushu, judo, dan silat. Akan tetapi minat Joe lebih besar untuk mendalami dan menjadi atlet judo.

Sedangkan dalam dunia industri hiburan, namanya mulai melejit sesudah berperan menjadi seorang polisi dengan pangkat sersan bernama Jaka, dalam film berjudul The Raid yang rilis pada tahun 2011. The Raid berhasil menduduki posisi box office yang meraup pendapatan sekitar USD 9,3 juta (setara Rp 130 Milyar). Dalam film tersebut Joe Taslim beradu akting bersama Yayan Ruhian dan Iko Uwais.

The Raid seolah menjadi awal kesuksesan besar bagi Joe sebagai aktor layar lebar. Kepiawaiannya berakting, keahlian bela diri, dan didukung pula dengan penampilannya, Joe berhasil membuat banyak orang terpukau. Tak hanya memukau para penonton, orang-orang penting dalam industri perfilman pun tertarik dengan aksi data sgp Joe hingga ia kebanjiran tawaran bermain film action.

Tak tanggung-tanggung, Joe juga kebanjiran tawaran berakting dari industri film luar negeri. Selain The Raid, beberapa film internasional lain yang melambungkan Joe Taslim, antara lain :

  1. Dead Mine rilis tahun 2012, Joe berperan menjadi Djoko. Beraksi di Dead Mine, ia beradu acting pula dengan Ario Bayu salah seorang aktor kondang Indonesia dan beberapa bintang luar negeri lainnya diantaranya James Taenaka, Sam Hazeldine, Miki Mizuno dan Carmen Soo.
  2. Fast & Furious 6 yang rilis tahun 2013 merupakan debut akting Joe Taslim di Hollywood. Dalam film tersebut, ia berperan menjadi Jay yakni anak buahnya Shaw yang merupakan penjahat penjual senjata gelap.
  3. Tahun 2016, Joe kembali berakting dalam film kelas Internasional berjudul Star Trek Beyond. Film yang masuk dalam box office tersebut berhasil meraup untung sekitar Rp 4,8 Triliyun. Dalam film tersebut Joe berperan menjadi Manas yang merupakan pencuri artefak kepunyaan Kapten James.
  4. The Night Comes For Us merupakan film produksi Indonesia yang pertama kali masuk Netflix. Film ini dirilis 2018 dan mendapatkan sambutan cukup baik di world premiere Fantastic Festival, Amerika Serikat. Dalam film yang disutradarai Timo Tjahjanto ini, Joe Taslim beradu peran dengan aktor aktris papan atas diantaranya Iko Uwais, Abimana Aryasatya, Julie Estelle, Hannah Al Rashid, Sunny Pang dan Zack Lee.
  5. Tidak hanya Hollywood, industry film Korea Selatan yakni Opus Pictures tertarik pula menggaet Joe untuk berakting dalam film berjudul The Swordsman. Di film itu, Joe berperan menjadi Gurutai yang merupakan seorang komandan sekaligus ahli pedang dari Dinasti Qing. Film yang disutradarai Choi Jae-hoon itu, rilis 2018 lalu.
  6. Di tahun 2019 ini, Joe kembali mendapatkan tawaran menggiurkan untu berakting di Mortal Kombat yang diproduseri James Wan serta disutradarai Simon McQuoid. Joe Taslim akan memerankan Sub Zero yakni petarung yang mempunyai kekuatan pengendalian es. Karakter Sub Zero termasuk tokoh utama dalam Mortal Kombat sejak muncul dalam game sampai difilmkan.

Seputar Kehidupan Pribadi dan Perhargaan Joe Taslim

Bintang Indonesia yang telah masuk dalam dunia perfilman Hollywood ini memiliki nama asli Johannes Taslim, lahir di Kota Palembang tanggal 23 Juni tahun1981. Joe merupakan putra dari Mardjuki Taslim dan Maria Goretty. Joe menikahi sahabatnya bernama Julia tahun 2004. Pada saat menikahi Julia, Joe baru berumur 23 tahun dan istrinya berumur 20 tahun dan belum menggeluti dunia seni peran.

Joe dan Julia memiliki 3 anak dari pernikahan mereka, yaitu Mika, Hiero dan Kaara. Sebelum menjadi aktor, selain menjadi seorang atlet, Joe berdagang di Pasar Tanah Abang. Joe memang memiliki bisnis keluarga di lokasi pusat grosir ternama tersebut. Sekitar tahun 2008 Joe mengalami cidera dan hal tersebut memaksanya untuk membuat keputusan pensiun sebagai Atlet Judo. Joe Taslim menapaki bisnis hiburan berawal dari model, kemudian ia mengikuti banyak casting agar menjadi aktor. Kesuksesannya hingga menjadi salah satu bintang asal Indonesia yang masuk ke Hollywood, tak lantas membuat Joe hijrah ke Amerika. Joe agak kurang menyukai suasana Amerika.

Beberapa penghargaan yang pernah diraih Joe dalam dunia olah raga dan perfilman antara lain : Medali Emas di ajang South East Asia Judo Championship di Singapura tahun 1999, Medali Perak di SEA Games tahun 2007, Medali Emas di PON 2008, Pemeran Utama Terbaik Pria di IMA (Indonesian Movie Actor) Award tahun 2014, Aktor Favorit dalam Kids’ Choice Awards tahun 2015.