Mark Sinclair ( Vin Diesel ) Artis dan Sutradara yang Sukses Di Hollywood

Mark Sinclair sangat terkenal dengan nama panggungnya ‘Vin Diesel’. Pria yang memiliki tinggi badan 1,82 meter ini merupakan aktor dan produser Amerika yang terkenal karena film aksinya, terutama dalam seri Fast and Furious. Mark Sinclair alias Vin Diesel memiliki ciri khas kepala botak, tubuh berotot dan suara berat seraknya yang pasti diingat para penggemarnya sekaligus seluruh penggemar film Hollywood.

Masa Muda Mark Sinclair

Terlahir dengan nama asli Mark Sinclair, lahir tanggal 18 Juli tahun 1967, di Alameda, California, Amerika Serikat. Di masa kecilnya Mark dibesarkan di Kota New York oleh ibunya yang bernama Delora Sherleen. Ibunya merupakan seorang astrologer/psychologist. Mark tinggal juga bersama saudara kembar fraternalnya (non identik) dan ayah tirinya yang bernama bernama Irving H. Vincent. Mark Sinclair alias Vin Diesel pernah mengaku bahwa ia tidak pernah mengetahui siapa ayah kandungnya.

Mark memiliki ayah tiri yang merupakan keturunan Amerika-Afrika. Sedangkan ibunya berkulit putih keturunan campuran Inggris, Jerman, Skotlandia, dan Irlandia. Ayah tirinya bekerja sebagai seorang instruktur pelaksana sekaligus manajer teater di sebuah proyek artists housing Greenwich Village, New York City. Ayah tirinya melihat bakat Mark lalu memberikan pengalaman pada Mark untuk beberapa peran panggung teater pertama di masa kecilnya.

Saat masih remaja, Mark sudah memiliki tubuh yang terasah sehingga ia bekerja untuk mendapatkan uang tambahan sebagai penjaga pkv games sekaligus tukang pukul di klub ternama di New York. Sejak itu, Mark Sinclair mulai dikenal dengan nama bekennya yaitu Vin Diesel. Setelah lulus SMA, Mark pernah berkuliah di Hunter College lalu mengambil jurusan bahasa Inggris. Namun setelah 3 tahun, Mark Sinclair alias Vin Diesel lebih memilih tidak melanjutkan kuliahnya karena ingin fokus mengejar karir aktingnya di Los Angeles, California.

Perjalanan Karier Mark Sinclair

Menjadi aktor yang mulai memiliki pengalaman di Hollywood, tak membuat kesan apapun bagi karir Mark Sinclair alias Vin Diesel. Salah satu karya di awal karirnya adalah perannya yang tidak terakreditasi dalam Awakenings tahun 1990. Mark kemudian memutuskan untuk kembali ke Kota New York pada tahun 1995. Ibunya memberinya buku tulisan Rick Schmidt yang berjudul “Film Indie dengan Harga Mobil Bekas”. Buku itu menunjukkan kepada Mark bahwa ia bisa mengendalikan kariernya dan membuat filmnya sendiri.

Buku pemberian ibunya telah menginspirasi Mark untuk membuat sebuah film pendek semiotobiografi singkat berjudul Multi-Facial. Film pendek karya Mark berdasarkan pengalaman dirinya sebagai aktor dan intinya menceritakan tentang perjuangan seorang aktor biracial agar mendapatkan peran. Film Multi-Facial karya Mark menghabiskan biaya sekitar $ 3.000 dan berhasil masuk Festival Film Cannes tahun 1995. Namun film pendek tersebut mendapatkan sambutan buruk.

Setelah itu, Mark Sinclair alias Vin Diesel kembali ke Kota Los Angeles lalu bekerja sebagai seorang telemarketer demi mengumpulkan uang hampir $ 50.000 untuk membuat film fitur pertamanya berjudul Strays di tahun 1997. Setelah 6 bulan pengambilan gambar, filmnya kali ini diterima dalam Festival Film Sundance tahun 1997. Meski diterima baik, film berjudul Strays itu tidak laku seperti yang diharapkan Mark.

Mark Sinclair alias Vin Diesel mendapat kesempatan besar bagi karir aktingnya di Hollywood, ketika mendapatkan tawaran dari sutradara Steven Spielberg yang telah melihat film pendek Multi-Facial karya Mark. Steven Spielberg memilih Mark untuk berakting di film Saving Private Ryan, berperan sebagai prajurit bernama Adrian Caparzo dalam pasukan yang dipimpin oleh Kapten John H. Miller (diperankan oleh Tom Hanks).

Sejak dirilis, film Saving Private Ryan dianggap sebagai salah satu film terbesar karya Steven Spielberg dan terpuji sebagai film berpengaruh dalam genre film perang. Saving Private Ryan sukses besar, begitu pula para aktor yang terlibat, termasuk Vin Diesel. Sejak itu Vin Diesel dilirik oleh para sutradara untuk membintangi beberapa film Hollywood sukses dipasaran film internasional.

Sejak berperan sebagai Richard Bruno Riddick di film bergenre fiksi ilmiah berjudul Pitch Black tahun 2000. Mark Sinclair alias Vin Diesel berhasil menggaet hati banyak penggemar setia di seluruh dunia dan memperoleh pengakuan publik.

Karya Pencapaian Mark Sinclair

Beberapa diantara film Hollywood yang dibintangi oleh Vin Diesel adalah film fiksi ilmiah Pitch Black tahun 2000, The Fast and the Furious tahun 2001, xXx tahun 2002, A Man Apart tahun 2003, The Chronicles of Riddick tahun 2004, The Pacifier tahun 2005, Find Me Guilty tahun 2006, Riddick tahun 2013, xXx: Return of Xander Cage tahun 2017 dan sederet film lainnya.

Di Fast & Furious tahun 2009, Fast Five tahun 2011, Fast & Furious 6 tahun 2013, Furious 7 tahun 2015, dan The Fate of the Furious tahun 2017, Mark Sinclair alias Vin Diesel tak hanya berakting tetapi sekaligus menjadi sutradara.

Sedangkan dalam film animasi, peran Vin Diesel di belakang kamera sebagai pengisi suara salah satu karakter dalam beberapa film diantaranya The Iron Giant tahun 1999, Its Sequel tahun 2017, Avengers: Infinity War tahun 2018 dan pengisi suara Groot dalam film Guardians of the Galaxy tahun 2014.